Penyesalan Selalu Datang Terlambat
Minggu lalu saya kedatangan teman lama yang sudah lama tidak bertemu. Namanya Ngurah, dia datang bersama istrinya dan kami pun ngobrol lama, ngalor ngidul. Dia juga bercerita tentang tempat kerjanya sekarang. Saat ini dia bekerja dengan seorang dokter dalam suatu organisasi yang khusus menangani pasien HIV/AIDS, sehingga dia tahu persis berapa jumlah pasien HIV/AIDS seberapa parah kondisi para pasien tersebut, dan apa saja yang dilakukan oleh organisasi itu. Apa yang diceritakannya benar-benar membuat saya merinding dan tidak menduga situasinya sedemikian parah dan mengerikan. Cara penularannya amat mengerikan. Mungkin kita sering membaca baliho atau pamflet di jalan-jalan tentang bahaya HIV/AIDS yang mengancam. Tetapi mendengar langsung dari orang yang ikut berkecimpung di dalamnya benar-benar membuat saya menggigil karena merinding. Berikut adalah salah satu kisahnya.
Seorang mahasiswi yang berparas cantik memeriksakan dirinya ke dokter karena merasa badannya tidak enak. Oleh dokter yang memeriksanya, dia disarankan untuk cek darah lengkap karena dokter itu melihat ada sesuatu yang mencurigakan. Benar saja, setelah sekian kali konsultasi dan setelah memeriksa hasil cek darahnya secara mendalam, si gadis positif terjangkit HIV/AIDS. Bisa dibayangkan betapa syok gadis itu. Dia langsung berada di bawah pengawasan dokter dan organisasi tersebut. Konseling pun dilakukan bukan hanya untuk pengobatan tetapi terutama untuk persiapan mentalnya. Rupanya gadis ini tidak bisa menerima kondisi dirinya. Dia begitu dendam dan marah kepada pria yang menularinya. Dia merasa yakin dari siapa dirinya tertular. Dia ingat pernah beberapa kali melakukan hubungan intim dengan pacarnya yang juga teman kuliahnya. Kini dia sangat menyesali perbuatannya, tetapi... seperti biasa, penyesalan selalu datang terlambat. Diam-diam dia menyusun sebuah rencana, rencana yang amat mengerikan. Konselornya telah memberitahunya apa-apa yang tidak boleh dilakukan agar tidak menularkan virus HIV kepada orang lain. Tetapi... justru dia ingin melakukan semua yang dilarang tersebut!. Dia tahu dirinya tidak akan bertahan hidup lama.